oleh

Via Vallen Pesan Kekinian dari 40 Seniman Lima Gunung, ‘Rasah Mikir’

Via Vallen

Liputan6.com, Jakarta – Sebanyak 40 seniman menggelar pameran seni rupa bertajuk ‘Rasah Mikir’ di enviornment Competition Lima Gunung XVII/2018 di Dusun Wonolelo, Desa Bandongan, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah. Pameran bersama ini untuk memeriahkan festival seniman petani yang digelar setiap tahun.

Karya seni rupa, baik lukisan, patung, wayang kontemporer, seni instalasi dipajang di bangunan terbuka milik seorang warga setempat di jalan menuju “Panggung Sawah” Competition Lima Gunung. Competition Lima Gunung diprakarsai secara swadaya dan mandiri para seniman petani Komunitas Lima Gunung Kabupaten Magelang.

Tempat pameran seni rupa dihiasi dengan berbagai bahan alam, seperti jerami dan bambu, sedangkan pembukaan ditandai dengan performa “Waton Fesyen Say” para seniman dari sejumlah kelompok di space “Panggung Sawah”.

“Ada sekitar 40-an karya yang kami pamerkan dalam kesempatan ini. Setiap kali Competition Lima Gunung, salah satu agendanya adalah pameran seni rupa,” ujar Koordinator Pameran Seni Rupa FLG XVII/2018 Agus Daryanto di Magelang, Sabtu eleven Agustus 2018, dilansir Antara.

Mereka yang berpameran selain sejumlah perupa Komunitas Lima Gunung juga mereka dari sejumlah grup lainnya, seperti Komunitas Gasebo Borobudur. Terkait dengan judul pameran ‘Rasah Mikir’, Agus menjelaskan, sebagai ungkapan tentang pentingnya setiap orang untuk lebih banyak mendengarkan orang lain ketimbang bersikap keras diri dan memaksakan pikiran dan keinginannya.

“Mendengarkan orang lain, bagian dari mendapatkan inspirasi untuk berkarya,” ujar dia.

Sejumlah karya yang dipamerkan antara lain berjudul “Kesurupan” (Syarif), “Terhimpit Lima Gunung” (Dsihlovekinta), “Untittled” (Mang Yani), “Ada Untuk Cinta” (Nurfu Ad), “Budha” (Pak Mojo), “Topeng” (Iroel), “The Face” (Sekartaji S.), dan “Living As a Human” (Ikke Feehily).

Ketua Komunitas Lima Gunung Supadi Haryanto menyatakan pameran seni rupa memeriahkan Competition Lima Gunung dan menjadi ajang komunikasi para seniman melalui karya-karya mereka. “Juga memberikan inspirasi kepada masyarakat penontonnya,” katanya.

Competition Lima Gunung XVII berlangsung 10-12 Agustus 2018 di Dusun Wonolelo, Desa Bandongan, Kabupaten Magelang dengan sekitar eighty agenda pementasan, performa seni, pidato kebudayaan, pengajian, kirab budaya, dan peluncuran buku.

Mereka yang melakukan pementasan dari kelompok-kelompok seniman petani yang tergabung dalam Komu

Read More

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed