oleh

Menteri PUPR Pastikan Barang Impor di Proyek Tol dan Bendungan Hanya 5%


JAKARTA, KRJOGJA.com – Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono mengatakan porsi penggunaan tingkat komponen dalam negeri (TKDN) dalam proyek infrastruktur di Kementerian PUPR seperti jalan tol dan bendungan masih mayoritas. 

Perkiraan  komponen impor rata-rata untuk proyek pembangunan tol dan bendungan tidak lebih dari 5%. Pernyataan tersebut menegaskan, di mana Menteri Keuangan Sri Mulyani berencana membatasi aktivitas impor barang baku dan barang modal. Upaya tersebut dilakukan agar defisit transaksi berjalan atau current account defisit dapat diperkecil.

“Untuk penggunaan bahan baku infrastruktur di Kementerian PUPR hampir 95% ke atas sudah lokal semua. Sebagai contoh untuk tiang pancang 100% pakai produk Wika Beton, untuk besinya kita pakai produk lokal, seperti Krakatau Steel,” kata Menteri Basuki, dalam keterangan tertulis, Jakarta, Minggu (12/8/2018).

Sementara Inspektur Jenderal Kementerian PUPR Widiarto mengatakan, dengan komitmen yang tinggi untuk menggunakan produk dalam negeri, hingga saat ini belum ada instruksi pemberhentian sementara untuk untuk dievaluasi.

“Karena memang proyek infrastruktur PUPR hampir semuanya menggunakan material lokal, mulai dari pasir, batu, semen dan aspal,” kata Widiarto.

Dia mencontohkan pembangunan Jembatan Holte

Read More

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed