oleh

Hindari Polio, PNG targetkan vaksinasi 1 juta anak


Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang
HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Port Moresby, Jubi –Lebih dari satu juta anak-anak akan menerima vaksinasi Polio di Papua Nugini dalam beberapa bulan mendatang, berkat upaya pemerintah untuk mencegah meluasnya wabah penyakit itu.

Tiga kasus virus polio telah dikonfirmasikan sejauh ini, dan masih ada 55 dugaan kasus lainnya yang sedang diselidiki.

Hampir 300.000 anak telah diimunisasi di tiga provinsi PNG.

“Kami tahu bagaimana cara melaksanakan program ini dengan tepat dan kami tahu bagaimana memetakannya, saya pikir kesuksesan kami dalam menyelesaikan putaran pertama memungkinkan kami untuk bergerak lebih jauh ke enam provinsi tambahan di daerah pegunungan tinggi, dan dalam bulan September-Oktober ke seluruh negeri,” kata Sir Puka Temu, Menteri Kesehatan dan HIV / AIDS PNG.

Sembilan provinsi lainnya telah ditargetkan untuk menerima vaksinasi nasional putaran berikutnya.

Perwakilan WHO untuk PNG, Dr Luo Dapeng, mengatakan sudah ada lebih dari satu juta stok vaksin di negara itu saat ini, dan mereka masih bekerja sama dengan lembaga-lembaga lainnya, untuk mendatangkan lebih banyak vaksin agar PNG bisa menuntaskan semua kampanye imunisasinya.

Pemerintah PNG mengakui bahwa pengiriman vaksin ke daerah-daerah paling terpencil di negara itu, menjadi tantangan bagi mereka.

Presiden dari perkumpulan praktisi kesehatan di daerah terpencil dan pedesaan PNG,PNG Society of Rural and Remote Health, Dr David Mills, menjelaskan bahwa tantang terbesar mereka adalah untuk memastikan, bahwa vaksin itu disimpan di dalam kotak dingin di bawah suhu dan lingkungan terkontrol. Mills mengungkapkan faktor ini sebagai salah satu penghalang terbesar dalam memperluas lingkup vaksinasi, hingga ke daerah-daerah paling terpencil.

“Vaksin-vaksin itu harus tetap disimpan dalam kondisi dan suhu tertentu sepanjang rantai pengiriman, ini adalah prosedur yang disebutcold chain, dancold chainini memakan biaya dan memerlukan investasi besar, terutama untuk disampaikan ke daerah-daerah terpencil yang tidak selalu memiliki akses pada listrik.”(Australian Broadcasting Corporation)

loading…

Read More

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed