oleh

Fortnite Blokir Selamanya Ponsel Android yang Pakai “Cheat”?

KOMPAS.com – Legend Video games memutuskan untuk melakukan distribusi recreation Fortnite versi Android secara independen, bukan melalui toko aplikasi resmi Google Play Store. Selain menghindari bagi hasil 30 persen dengan Google, disinyalir ada tujuan lain dari keputusan tersebut.

Dengan mendistribusikan sendiri Fortnite untuk Android, Legend Video games bisa mendeteksi apabila ada gamer yang menggunakan file installer APK hasil modifikasi, misalnya untuk dishonest alias curang dalam recreation.

Legend kemudian bisa mengidentifikasi ponsel yang menggunakan APK modifikasi tersebut, lalu memblokir perangkat bersangkutan selamanya.

Identifikasi perangkat bisa terjadi karena Legend Video games dapat melihat habitual identifier ponsel yang bersifat permanen dan tak bisa diubah oleh pengguna, seperti nomor IMEI (World Cell Instruments Identification).

Pemblokiran (ban) ini diduga bersifat permanen lantaran melekat pada identifikasi hardware perangkat, bukan hanya akun sang gamer saja.

Berdasarkan informasi yang dirangkum KompasTekno dari SlashGear, Sabtu (eleven/eight/2018), Legend Video games mampu melihat IMEI lantaran APK Fortnite yang didistribusikan secara independen itu menarget Android 5.Zero Lollipop, bukan Marshmallow 6.Zero ke atas yang lebih detil soal permission yang diberikan ke aplikasi.

Android Lollipop dan versi lebih awal diketahui hanya menampilkan satu permintaan untuk permission entry oleh aplikasi tanpa diperdetail lebih lanjut secara particular person. APK Fortnite pun lebih leluasa mengakses ponsel, termasuk nomor IMEI tadi.

Lantaran ini pula Legend Video games disinyalir tak menyertakan Fortnite di Google Play Store. Sebab, toko resmi Google tersebut tidak membolehkan aplikasi menarget API Lollipop atau versi Android yang lebih lama.

Pembatasan API berdasar versi Android ini agaknya tak berlaku untuk toko aplikasi Samsung, tempat Legend Video games menggelar versi beta Fortnite. Untuk sementara waktu hanya para pengguna perangkat Samsung seperti seri Galaxy Demonstrate 9, Galaxy S9, Galaxy S7, dan Galaxy Tab Four yang bisa bermain Fortnite (beta).

Memang, sudah beredar APK hasil modifikasi yang memungkinkan Fortnite dipasang di perangkat Android selain Samsung. Namun, pengguna APK oprekan ini berisiko diblokir selamanya oleh Legend Game lewat teknik identifikasi hardware di atas.

Ancaman sekuriti

Fortnite tak akan selamanya eksklusif hanya untuk perangkat Samsung. Namun, ketika sudah closing nanti, Fortnite akan dirilis untuk semua perangkat Android, dengan catatan hanya bia diunduh lewat situs Legend Video games, bukan Google Play Store.

Layaknya memasang aplikasi dari file APK pihak ketiga, pengguna pun harus mengaktifkan opsi sekuriti “install app from unknown sources” di menu setting perangkat Android agar bisa melakukan instalasi Fortnite.

Masalahnya, apabila lupa dimatikan setelah selesai memasang APK, mengaktifkan opsi ini membuat perangkat juga rawan terinfeksi malware karena ponsel tidak memblokir instalasinya.

Peringantan yang dimunculkan Google Play Store ketika pengguna mencari recreation Fortnite. Phone Area

Peringantan yang dimunculkan Google Play Store ketika pengguna mencari recreation Fortnite.

Toko Google Play Store pun bisa diduga bakal kebanjiran aplikasi “clone” Fortnite yang berupaya menyaru sebagai recreation tersebut untuk menipu pengguna yang tidak tahu bahwa Fortnite mesti diunduh dari situs Legend Video games.

Aplikasi-aplikasi palsu ini bisa merugikan pengguna, misalnya dengan menampilkan aneka macam iklan atau in-app rob untuk menguras kantong.

Menyadari hal itu, Google selaku sang juragan toko berinisiatif membuat peringatan untuk memberitahu pengguna bahwa Fortnite tidak bisa diunduh dari Play Store.

Peringatan akan muncul ketika pengguna mengetik kata kunci “Fortnite” di kolom pencarian Play Store. “Fortnite Battle Royale oleh Legend Video games tidak tersedia di Google Play,” bunyi peringatan tersebut.

Legend Video games hanya berlaku seperti ini untuk gamer Android. Di platform iOS, Fortnite tetap disalurkan lewat Apple App Store karena Apple sedari awal memang tidak pernah membolehkan instalasi aplikasi dari sumber selain toko aplikasi resmi itu.

Legend Video games pun tetap membayar potongan 30 persen dari pendapatan Fortnite ke Apple. Tak demikian halnya dengan Google (Android).

Baca juga: Pemain PUBG Ditangkap Gara-gara Pakai

Read More

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed