oleh

Berapa lama durasi tidur terbaik bagi tubuh?


Berapa lama durasi tidur terbaik bagi tubuh?






Hobi tidur larut malam sepertinya memang hal yang biasa dilakukan pada zaman sekarang. Terlebih seorang pekerja atau mahasiswa. Memiliki berbagai macam aktivitas menjadi salah satu faktor untuk tidur terlalu larut. 

Namun tahukah Anda, selain memiliki berbagai macam aktivitas, faktor kesulitan tidur  juga mempengaruhi orang untuk memilih begadang. Kesulitan tidur biasanya disebabkan banyak hal. Salah satunya yakni tidur pada waktu yang tidak tepat. 

Tidur memainkan peran yang sangat penting dalam hidup.  Tubuh yang kurang istirahat akan merasa kelelahan, menurunkan produktivitas, stage stres yang meningkat, hingga berujung pada depresi. Namun, untuk mendapatkan waktu tidur berkualitas, berapa lama dan sedari jam berapa kita sudah harus memejamkan mata?

Dilansir dari CureJoy, tubuh manusia mampu menyesuaikan waktu siang dan malam untuk menentukan pola tidurnya. Jika Anda beraktivitas saat matahari bersinar dan beristirahat saat bulan menghiasi langit nan gelap, tandanya waktu tidur terbaik Anda berada di antara jam 10 malam, dan waktu bangun sekitar jam 6 pagi.

Waktu tidur supreme manusia dimulai dari pukul 10 malam, dan bangun pada pukul 6 pagi. Namun, beberapa ahli bahkan menyarankan untuk memulai tidur pada pukul eight malam. Jika waktu tidur berkisar antara pukul eight malam sampai dengan 12 malam, Anda akan mendapatkan tidur yang nyenyak dan mimpi indah. Istirahat yang cukup di malam hari juga membuat Anda tidak akan merasa butuh tidur siang setelahnya.

Menurut para ahli, masing-masing  orang bisa memiliki jam mulai tidur yang berbeda, tak semua orang memiliki waktu tidur yang baik seperti pukul 10malam. Anda bisa membuat waktu tidur yang sesuai dengan rutinitas harian atau kesibukan yang sedang dikerjakan, selama mencukupi waktu istirahat yang dibutuhkan, yaitu pada orang dewasa adalah 7-9 jam.

Jika senang begadang, alias tidur lewat di atas jam 12 malam, kebiasaan ini akan memberikan dampak buruk pada kesehatan. Bangun lebih sore dari biasanya akan meningkatkan risiko perilaku bulimia, depresi, dan seasonal affective disorder (SAD). Salah satu penelitian pada pekerja di Jepang menemukan, tidur terlalu larut memiliki kaitan signifikan dengan prevalensi yang tinggi pada gejala depresi. 

Sebuah penelitian mengungkapkan jika bangun pagi membantu merasa lebih positif dan jadi proaktif. Tubuh segar pastinya akan membuat diri menjadi lebih semangat dalam bekerja. 

Dari semua penjabaran di atas, dapat ditarik bena

Read More

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed